Dalam arahannya, Andi Harun menekankan bahwa soliditas tidak boleh berhenti pada seremoni. Organisasi, kata dia, harus produktif melahirkan gagasan dan solusi. “Soliditas itu bukan sekadar kebersamaan simbolik. AMM harus menjadi produsen ide yang relevan dan berdampak,” tegasnya.
Ia mendorong AMM bertransformasi menjadi kekuatan masyarakat sipil yang aktif mengawal perubahan. Organisasi tidak boleh hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi harus hadir sebagai motor penggerak dalam kehidupan sosial.
“AMM harus hidup, bergerak, dan memberi arah dalam dinamika masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Andi Harun menafsirkan amar ma’ruf nahi munkar secara kontekstual. Menurut dia, nilai tersebut harus diwujudkan dalam upaya mendorong kebijakan publik yang adil serta mengoreksi kebijakan yang menyimpang.
“Amar ma’ruf adalah mendorong kebijakan yang baik. Nahi munkar adalah mengontrol yang keliru,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya transformasi nilai keagamaan dari sekadar kepatuhan menuju kesadaran. Praktik ibadah, kata dia, harus tercermin dalam perilaku sosial yang menjunjung keadilan dan menjauhkan kezaliman.
Di tengah dinamika global, Andi Harun menyoroti ancaman krisis pangan dan energi. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam rutinitas seremonial tanpa kesiapan menghadapi tantangan nyata.
“Kita tidak boleh lengah. Krisis ini nyata dan berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.
Ia mencontohkan ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari luar daerah, meski memiliki potensi lahan yang luas. Kondisi ini, menurut dia, harus menjadi perhatian serius seluruh elemen, termasuk AMM.
Sebagai arah gerak ke depan, Andi Harun merumuskan tiga agenda strategis bagi AMM: memperkuat literasi agama, sains, dan digital sebagai basis revolusi intelektual kader; mendorong produksi gagasan berbasis ilmu pengetahuan; serta membangun kemandirian ekonomi kader.
Ia juga mengajak AMM menjadi mitra strategis pemerintah melalui dialog kebijakan, kolaborasi program, dan penguatan literasi keagamaan. “Perkuat yang baik, luruskan yang keliru. Itu tanggung jawab moral kader sebagai bagian dari masyarakat,” pesannya.
Menutup sambutannya, Andi Harun menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan AMM dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa.
“Saya ingin berkolaborasi untuk melahirkan gerakan konstruktif bagi masa depan,” pungkasnya. (MAF/HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)