Pimpin HLM, Wawali Saefuddin Kawal Program Prioritas Presiden hingga Pengendalian Inflasi

Sekretariat Daerah.

9 bulan yang lalu Dilihat : 222 Kali
Share:
Pimpin HLM, Wawali Saefuddin Kawal Program Prioritas Presiden hingga Pengendalian Inflasi
SAMARINDA.KOMINFONEWS — Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memimpin rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) dalam Penyelenggaraan Pengendalian Inflasi Daerah Kota Samarinda, membahas realisasi penyaluran CPP Bantuan Pangan Beras dan Roadmap TPID Kota Samarinda Tahun 2025–2027, di ruang rapat Wakil Wali Kota, Gedung TP PKK Samarinda, Rabu (30/7/2025).
Rapat ini dihadiri langsung oleh jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda, serta camat dan lurah se-Kota Samarinda yang mengikuti secara virtual melalui Zoom.
Tidak hanya membahas tentang pengendalian inflasi, Wawali membuka pembahasan dengan mengawal program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Program 3 Juta Rumah Layak Huni, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
“Saya sangat berterima kasih HLM ini terus berjalan rutin karena menjadi forum penting. Selain pengendalian inflasi, momentum kali ini kita manfaatkan untuk memantau perkembangan program-program prioritas Presiden di daerah,” ungkap Saefuddin mengawali arahannya.
Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), lanjut Saefuddin, sejauh mana progres realisasinya, di sekolah-sekolah mana saja, dan kendalanya apa.
“Penting kami mengetahui ini untuk mengawal program prioritas Presiden. Jangan sampai ada kendala, nanti kami tidak mengetahui dan berlarut-larut masalahnya,” tegas mantan Legislator DPRD Kaltim ini.
Begitu pula dengan program 3 Juta Rumah Layak Huni untuk di Kota Samarinda pun tidak luput dari perhatian Wakil Wali Kota yang berlatar belakang pengusaha air bersih.
“Kedepannya nanti sudah ada tahu progres, di bulan berikutnya tahu progres juga, masalahnya apa, ininya apa, terkendalanya apa,” pinta Saefuddin kepada Kabag Ekonomi Setda Yuyum Puspitaningrum selaku pelaksana HLM.
Kemudian, katanya, tidak kalah penting sekarang adalah koperasi merah putih.
“Koperasi merah putih ini kan baru dilaunching satu minggu lalu. Berarti ada koperasi yang ditempati itu. Apakah itu yang di Lempake sebagai tempat pelaksanaan launching atau di lainnya karena laporannya sudah 100 persen atau 59 koperasi di 59 kelurahan,” bebernya.
Ia meminta kepada perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda untuk melaporkan apa adanya sesuai kondisi di lapangan.
“Nanti saya ingin sekali-kali ke lapangan bu sama ibu (Diskumi), koperasinya benar, sudah ada pendampingannya, atau sudah dilaksanakan pelatihan apa belum. Saya ingin tahu koperasi itu memang berjalan benar, atau berjalan strukturnya saja. Strukturnya ada, orangnya tapi nggak ada,” imbuhnya.
Dalam HLM tersebut, Kepala BPS Kota Samarinda Supriyanto menyampaikan bahwa inflasi Samarinda pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,61% (month-to-month) dan 1,77% (year-on-year) — tertinggi di Kaltim bersama Kota Balikpapan. Inflasi tahun kalender hingga Juni 2025 mencapai 1,81%.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar:
• Makanan, minuman, dan tembakau: 0,99% (andil 0,25%)
• Transportasi: 1,48% (meski memberikan andil negatif karena penurunan harga di beberapa subkomoditas)
• Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 1,48% (andil 0,11%)
Komoditas yang mendorong inflasi selama Semester I 2025 meliputi:
• Cabai rawit
• Telur ayam ras
• Bawang merah
• Angkutan udara
• Beras
• Sigaret kretek mesin
• Pasta gigi dan bahan bakar rumah tangga
BPS juga menyoroti bahwa sebagian besar pasokan bahan pangan Samarinda masih bergantung dari luar daerah, seperti beras dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan; serta cabai dan bawang dari Jawa dan Sulawesi.
Di sisi pertumbuhan ekonomi, Triwulan I 2025 menunjukkan kontraksi sebesar -1,26% secara kuartalan (q-to-q), namun tetap tumbuh 7,15% secara tahunan (y-on-y). Sektor tersier (perdagangan, jasa) masih mendominasi dengan kontribusi 60,96%, meskipun sektor primer dan sekunder mengalami penurunan.
Selain data inflasi, HLM juga menyampaikan update penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Bantuan Pangan Beras (PBP) di Kota Samarinda hingga 30 Juli 2025, dengan rincian sebagai berikut:
• Jumlah PBP Juni–Juli 2025: 7.790 paket
• Jumlah alokasi (kuantum/kg): 77.900 kg
• PBP disalurkan: 6.028 paket
• PBP belum disalurkan: 1.762 paket
• Persentase penyaluran: 77,38%
Dalam forum ini, TPID juga merumuskan sejumlah strategi pengendalian inflasi, terutama menjelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Di antaranya:
• Menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan
• Operasi pasar untuk menstabilkan harga
• Sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan panic buying
• Memastikan keterjangkauan transportasi, terutama penerbangan domestik
Pemkot Samarinda berharap sinergi lintas sektor dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, stabilitas harga, serta mempercepat implementasi program prioritas nasional di daerah.(DON/KMF-SMR.Foto: Muhajir Dokpim)