PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Berita

Inflasi Samarinda Berpotensi Tembus 4 Persen, Pemkot Siap Siaga Antisipasi Tekanan Harga

Berita    14 jam yang lalu   
WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md    2 Kali

Sumber Foto: Diskominfo Kota Samarinda

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap laju inflasi yang berpotensi menembus angka 4 persen. Posisi inflasi Samarinda yang sebelumnya mencapai 3,77 persen telah berada di atas target 3,5 persen. Kondisi ini
menjadi alarm bagi Pemkot Samarinda untuk memperkuat pengendalian harga sejak dini.
Peringatan tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda Nadya Turisna bersama Kepala Bagian Kesra Syamsu Nur, TPID, Satgas Pangan, serta perangkat daerah terkait, di Ruang Mangkupelas Lantai II Gedung Balai Kota Samarinda, Senin (24/8/2026).
Kali ini, seluruh camat se-Kota Samarinda turut dilibatkan. Kehadiran para camat diperlukan untuk memperkuat informasi dari lapangan, terutama terkait perkembangan harga komoditas di masing-masing wilayah. Dengan begitu, setiap perubahan harga dapat diketahui lebih cepat dan segera ditindaklanjuti.
Sebelumnya, rakor juga mengikuti secara virtual Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri dan dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir. Dari forum tersebut, perhatian kemudian diarahkan pada kondisi harga, pasokan, serta kebutuhan intervensi di Kota Samarinda.
Nadya menyampaikan, koordinasi pengendalian inflasi akan dilakukan lebih intensif. Selain rapat rutin setiap minggu, pertemuan juga akan digelar setelah rilis CPI dengan mengundang seluruh camat se-Kota Samarinda untuk mengevaluasi posisi inflasi Samarinda sekaligus menentukan langkah yang perlu dilakukan.
“Jadi nanti setiap habis rilis CPI, berarti minggu depannya itu kami undang, biar kita tahu posisi inflasi Kota Samarinda seperti apa. Dan nanti kemungkinan kita akan melakukan semacam informasi atau briefing atau saling sharing apa yang mau kita lakukan, supaya kita bisa menentukan intervensi dan upaya yang perlu dilakukan untuk mengendalikan harga,” ujar Nadya.
Sinyal kewaspadaan itu kemudian terlihat dari pemantauan *Early Warning System* (EWS). Sejumlah komoditas mulai menunjukkan tekanan, terutama cabai, daging ayam ras, jagung, dan ikan.
Cabai biasa tercatat naik dari Rp53.300 menjadi Rp58.800 per kilogram atau sebesar 10,32 persen. Cabai keriting naik 3,29 persen dan cabai merah besar 2,62 persen. Daging ayam broiler juga bergerak naik 1,42 persen. Pergerakan harga tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pemantauan mulai dari pasar hingga distributor.
Kabar baiknya, harga di tingkat distributor masih relatif stabil. Karena itu, hal yang perlu dijaga berikutnya adalah memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar hingga ke masyarakat.
Dari sisi pangan, Bulog Samarinda memastikan segera merealisasikan penyaluran bantuan pangan ke sejumlah kecamatan di Kota Samarinda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dari sisi energi, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM dan LPG di Samarinda tetap terjaga. Pihaknya juga terus memantau antrean SPBU dan memastikan pembelian BBM menggunakan tangki sesuai standar, termasuk menindak jika ditemukan tangki modifikasi yang melanggar ketentuan.
Nadya juga meminta para camat memastikan alokasi LPG 3 kilogram bagi warga yang telah terdata dan memiliki kartu tetap dipenuhi oleh pangkalan sesuai peruntukannya. Sementara itu, berdasarkan laporan Pertamina Patra Niaga, stok LPG subsidi saat ini sekitar 1.374 metrik ton dengan ketahanan tiga hingga empat hari dan suplai dilakukan setiap hari.
Ia juga menegaskan, jika ditemukan jatah masyarakat justru dialihkan kepada penjual atau pihak lain, informasi tersebut diminta segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti bersama Hiswana Migas.
Di sisi lain, Satgas Pangan Samarinda mengingatkan bahwa intervensi harus melihat penyebab kenaikan harga. Jika tekanan muncul akibat tingginya biaya distribusi dan angkutan, intervensi perlu diarahkan pada sektor tersebut agar langkah pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Dari sektor perikanan, pasokan ikan pelagis dan tongkol dilaporkan meningkat. Harga sejumlah ikan juga relatif terjangkau sehingga ikan lokal dapat menjadi salah satu alternatif konsumsi masyarakat sekaligus membantu menjaga pilihan pangan tetap tersedia.
Cuaca turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. BMKG mengingatkan kondisi El Niño kategori sangat kuat pada puncak musim kemarau Agustus yang perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi produksi pangan dan kondisi lingkungan.
Langkah stabilisasi diperkuat melalui Operasi Pasar Murah (OPM) bersama Perumda Varia Niaga dengan menyediakan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, dan gula, termasuk rencana pelaksanaan di TPI Harapan Baru.
Pemkot Samarinda juga mendorong OPM dilakukan secara preventif minimal sebulan sekali serta memperkuat gerakan pangan lokal hingga tingkat RT.
Serangkaian langkah tersebut menunjukkan pengendalian inflasi Samarinda tidak hanya bertumpu pada satu intervensi. Mulai dari pemantauan harga, penguatan pasokan, pengawasan distribusi, hingga operasi pasar murah terus berjalan secara beriringan.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pelibatan camat, Pemkot Samarinda berupaya memastikan setiap perkembangan harga dapat diketahui lebih cepat. Dengan semangat kolaborasi dan gerak cepat, pengendalian pasokan, distribusi, dan harga terus diperkuat agar stabilitas harga serta daya beli masyarakat tetap terjaga dan terlindungi. (VE/ASYA/KMF-SMR)
Tampilkan lebih sedikit

TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Telp: 0541-731489   Email: setda@samarindakota.go.id   Website: https://setda.samarindakota.go.id


2026