PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Berita

Tiga Momentum Dirangkai, Wawali Saefuddin Zuhri Ajak Paguyuban Bersatu Bangun Samarinda

Berita    14 jam yang lalu   
WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md    1 Kali

Sumber Foto: Diskominfo Kota Samarinda

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Tiga momentum penting dirangkai dalam satu perayaan di Joglo Semar, Jalan Rapak Indah 3, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Minggu (23/8/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Milad ke-3 Paguyuban Wong Nganjuk Rantau Kaltim (WNRK), sekaligus syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat persaudaraan warga perantauan di Kota Samarinda.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M. tersebut berlangsung guyub dan penuh kekeluargaan. Sejumlah perwakilan paguyuban turut hadir bersama anggota WNRK, sehingga momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan hari besar keagamaan dan organisasi, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga dan lintas paguyuban.
Dalam sambutannya, Saefuddin menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-3 WNRK. Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, ia memberikan apresiasi kepada seluruh warga Paguyuban Wong Nganjuk Rantau Kaltim yang selama tiga tahun telah membangun kebersamaan sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada warga paguyuban, sedulur Paguyuban Nganjuk Rantau Kaltim yang milad ke-3 ini,” ujar Saefuddin.
Menurutnya, bertambahnya usia sebuah paguyuban bukan sekadar penanda perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi pengingat agar seluruh anggotanya terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerah tempat mereka tinggal.
Ia mengajak masyarakat Samarinda, termasuk seluruh paguyuban yang ada di dalamnya, untuk bersama-sama mengambil peran dalam membangun kota sesuai kemampuan masing-masing.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada warga yang ikut serta untuk membangun. Maka dengan itu marilah kita bersama-sama warga Kota Samarinda dan Pemerintah Kota Samarinda untuk bersatu untuk membangun Kota Samarinda yang lebih baik,” tegasnya.
Saefuddin menilai keberadaan berbagai paguyuban di Samarinda merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting dalam membangun kota. Perbedaan latar belakang maupun daerah asal, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk menciptakan jarak.
Sebaliknya, seluruh paguyuban didorong untuk saling mendukung, menghadiri kegiatan satu sama lain, serta menjaga komunikasi dan persaudaraan.
“Jangan merasa yang ini lebih baik, jangan merasa ini yang lebih bagus. Makanya ayo kita sama-sama semua saudaraku,” ajaknya.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pilihan dalam menghadiri kegiatan antarorganisasi tidak berkembang menjadi rasa iri, tersinggung maupun konflik. Setiap paguyuban, menurutnya, memiliki kegiatan dan agenda masing-masing yang perlu dihormati.
“Kita harus bisa bersatu walaupun apa pun paguyubannya, apa pun agamanya,” tuturnya.
Lebih jauh, Saefuddin mengajak seluruh masyarakat yang mencari rezeki dan menjalani kehidupan di Samarinda maupun Kalimantan Timur untuk menjunjung tinggi daerah yang menjadi tempat mereka hidup dan mencari penghidupan.
“Mari kita junjung tinggi negeri yang kita injak ini. Kita bawa, kita majukan kota yang lebih baik lagi. Kalau itu sudah kita bersama-sama, insyaallah Indonesia akan maju, Kota Samarinda akan maju, Kaltim akan maju,” ucapnya.
Memasuki usia tiga tahun, WNRK terus mengembangkan kegiatan yang tidak hanya menjadi wadah berkumpul masyarakat berdasarkan asal daerah.
Paguyuban tersebut rutin menggelar kopdar bulanan yang diisi tahlil, doa bersama dan santunan anak yatim. Selain itu, WNRK juga melaksanakan kegiatan berbagi nasi bungkus setiap Kamis malam Jumat, gotong royong sesama anggota serta membantu meringankan beban anggota yang mengalami kesusahan.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan paguyuban dapat menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan gotong royong.
Dalam peringatan tersebut, penyelenggara juga menyampaikan bahwa usia tiga tahun merupakan fase pembelajaran bagi WNRK. Karena itu, organisasi berharap mendapat masukan dan saran yang membangun dari berbagai pihak agar ke depan dapat semakin baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat Samarinda.
Perayaan tersebut semakin istimewa karena memadukan tiga momentum sekaligus. Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan, Milad WNRK menjadi refleksi perjalanan organisasi, sementara HUT Kemerdekaan RI menjadi pengingat pentingnya persatuan dan kebersamaan.
Saefuddin berharap Milad ke-3 WNRK dapat menjadi inspirasi bagi paguyuban lainnya untuk terus menjaga kekompakan dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah dengan Milad ke-3 Wong Nganjuk Rantau Kaltim ini bisa menjadi inspirasi kita semua. Nggak usah otot-ototan,” pesannya.
Di sisi lain, Wawali juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas. Ia meminta warga memastikan kompor dan peralatan listrik di rumah telah dimatikan atau dicabut sebelum bepergian, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
Peringatan Maulid Nabi, Milad WNRK dan momentum kemerdekaan tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi sebuah perayaan. Dari Joglo Semar, Saefuddin menitipkan pesan agar keberagaman paguyuban justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan bersama-sama mengambil bagian dalam membangun Kota Samarinda.
Berbeda paguyuban bukan berarti berbeda tujuan. Seluruhnya memiliki ruang yang sama untuk bersatu, memberikan manfaat dan ikut membangun Samarinda.
(MAF/DON/KMF-SMR | FOTO: JIR/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit

TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Telp: 0541-731489   Email: setda@samarindakota.go.id   Website: https://setda.samarindakota.go.id


2026