SAMARINDA, KOMINFONEWS – Memasuki Ramadan hari ke-10, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda menggelar buka puasa bersama Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi arah pembangunan daerah.
Buka puasa bersama tersebut berlangsung di kediaman Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin, di Perumahan Cluster Etam, Jalan Eri Suparjan. Suasana akrab terasa sejak sore hingga malam hari, dengan dihadiri hampir seluruh personel TWAP dari berbagai bidang yang selama ini terlibat dalam perumusan dan pengawalan pembangunan Kota Samarinda.
Tidak sekadar berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Wali Kota yang mengusung tema “Mencintai Samarinda dengan Kerja Nyata”. Forum ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam mengakselerasi pembangunan daerah.
Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga konsistensi arah pembangunan berkelanjutan untuk mendukung kepemimpinan Wali Kota Andi Harun bersama Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri. Menurutnya, forum silaturahmi Ramadan ini bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi momentum strategis memperkuat soliditas dan komitmen kolektif.
Ia menjelaskan, konsep pembangunan berkelanjutan yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda telah diterjemahkan secara sistematis dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD hingga RKPD. Pembangunan tersebut berorientasi pada tiga pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif, pembangunan sosial melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan dan keberlanjutan lingkungan.
“Seluruh visi besar, gagasan strategis, dan program pembangunan berkelanjutan itu telah dituangkan secara jelas oleh Pak Wali Kota, disertai narasi dan pilihan kebijakan yang konsisten dengan arah pembangunan daerah,” ujar Syaparuddin.
Ia juga menegaskan komitmen TWAP untuk terus menjadi mitra strategis Pemkot Samarinda, dengan memberikan pengawalan, masukan, serta dukungan pemikiran agar setiap kebijakan pembangunan tetap berada di jalur yang tepat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun dalam arahannya menekankan bahwa keberadaan TWAP harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, bukan sekadar menjadi simbol atau forum terbatas bagi segelintir individu.
Ia mengakui bahwa sebagai wali kota, dirinya tidak mungkin mengawasi secara detail seluruh pekerjaan dinas dan perangkat daerah. Karena itu, peran TWAP dinilai sangat strategis sebagai penguat, pengingat, sekaligus pengawal arah pembangunan.
“TWAP itu harus berdampak. Tidak mungkin saya sebagai wali kota melihat satu per satu detail pekerjaan dinas. Kalau ada yang tidak terlibat dalam TWAP sehingga tidak mendapatkan kemanfaatan pembangunan, itu berarti ada kelemahan dalam kepemimpinan TWAP,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan agar TWAP tidak dimaknai sebagai ruang eksklusif. Menurutnya, seluruh sumber daya, pemikiran, dan kapasitas yang ada harus dilibatkan secara proporsional dan bermakna.
“Tidak boleh TWAP seolah-olah hanya milik beberapa orang. Semua harus dilibatkan sesuai kapasitasnya. Jangan sampai ada yang hanya dipanggil saat membaca doa, sementara kontribusi keilmuannya tidak dimanfaatkan. Itu tidak boleh,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah kerja TWAP dan Pemkot Samarinda harus dinavigasi oleh nilai-nilai agama, iman yang diyakini masing-masing, serta komitmen kontrak sosial demi kepentingan umum. Seluruh kerja pemerintahan, lanjutnya, harus bermuara pada penyelesaian persoalan nyata masyarakat, mulai dari penanganan banjir, pengelolaan sampah, pengurangan kemiskinan, hingga peningkatan kesejahteraan.
“Problem kita sebenarnya bukan pada tataran referensi atau kajian. Referensi kita sudah banyak. Tantangannya adalah bagaimana kita semua bisa bergerak bersama,” katanya.
Ia menutup arahannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bukanlah kemenangan individu, melainkan kemenangan kolektif. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang menempatkan kemaslahatan sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.(FER/AL/KMF-SMR| DOK.JEF/DOKPIM)