SAMARINDA.KOMINFONEWS — Safari Ramadan 1447 H/2026 Pemerintah Kota Samarinda di Masjid At-Taubah, Jalan Saliki RT 09, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, bukan sekadar agenda silaturahmi. Momentum ini menjadi ajakan terbuka Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri, S.E., M.M. agar masyarakat mengedepankan gotong royong dan komunikasi ketimbang memviralkan persoalan di media sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesra Setda Kota Samarinda Syamsu Nur, Camat Samarinda Utara Muhammad Joni, serta para lurah se-Kecamatan Samarinda Utara.
Sebelumnya, Ketua Takmir Masjid At-Taubah Suyono menyampaikan permohonan dukungan pembangunan masjid agar lebih luas. Ia menjelaskan, Masjid At-Taubah awalnya hanya sebuah langgar, kemudian pada 2021 resmi naik status menjadi masjid.
Kini, seiring bertambahnya jamaah dan adanya penambahan lahan, pembangunan terus dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
“Selain swadaya, kami sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kota Samarinda,” ujar Suyono.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin menyampaikan harapan agar seluruh warga turut mendoakan kemajuan dan kelancaran keuangan Pemerintah Kota Samarinda. Menurutnya, dukungan doa masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pembangunan daerah, termasuk membantu rumah ibadah.
“Doakan semua warga Kota Samarinda. Doanya, keuangan Pemerintah Kota Samarinda bisa banyak. Kalau bisa banyak, bisa memberikan sebagian dialokasikan ke Masjid At-Taubah,” ucapnya, disambut aminan jamaah.
Namun lebih dari itu, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Pemerintah, katanya, masih memiliki banyak pekerjaan rumah, mulai dari jalan yang belum tercor hingga drainase yang belum optimal.
“Marilah kita sama-sama menyadari bahwa keuangan pemerintah kota juga memerlukan banyak sekali,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah menyebarkan persoalan lingkungan ke media sosial tanpa koordinasi terlebih dahulu.
“Kalau ada masalah, sampaikan ke RT, LPM, lurah, camat. Jangan sedikit-sedikit diviralkan. Padahal gotong royong saja sudah cukup,” katanya.
Menurutnya, persoalan kecil seperti sampah atau persoalan lingkungan ringan lainnya sejatinya bisa diselesaikan bersama di tingkat lingkungan, tanpa harus meminta bantuan pemerintah dan bahkan memviralkan terlebih dahulu.
Di akhir sambutannya, Saefuddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing dalam membangun Kota Samarinda.
“Kalau wali kota dan wakil wali kota melaksanakan tugasnya, bapak ibu juga melaksanakan tanggung jawabnya. Saling memelihara, saling memberi masukan. Insyaallah Samarinda menjadi kota yang makmur, baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu juga dirangkai penyerahan bantuan uang tunai kepada masjid At Taubah dan sekaligus sambutan “perpisahan” dari Lurah Sempaja Utara Zulkifli yang purnatugas per 1 Maret 2026 ini.(DON/KMF-SMR || FOTO:CHRIS DOKPIM)