Dalam sambutannya, Rinda Wahyuni menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi remaja, kehadiran Duta GenRe memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Menurut dia, para Duta GenRe diharapkan mampu mengajak generasi muda merencanakan masa depan secara matang, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, menjauhi penyalahgunaan narkoba, menghindari pernikahan usia anak, serta membangun kehidupan yang sehat, produktif, dan berkualitas.
"Saya merasa bangga melihat semangat, kreativitas, kepedulian, dan kemampuan para finalis yang telah melalui berbagai tahapan seleksi. Kalian adalah putra-putri terbaik Kota Samarinda. Menjadi finalis saja sudah merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan," ujarnya.
Rinda menegaskan, ajang ADUGEN bukan sekadar kompetisi untuk menentukan juara. Lebih dari itu, para finalis memiliki tanggung jawab untuk terus menyebarluaskan semangat GenRe di tengah masyarakat.
"Jadilah inspirasi, jadilah teladan, dan teruslah mengedukasi teman-teman sebaya agar memiliki perencanaan kehidupan yang lebih baik," pesannya.
Ia juga mengingatkan para finalis yang nantinya terpilih sebagai Duta GenRe Kota Samarinda 2026 agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Mereka diharapkan menjadi representasi generasi muda Samarinda yang santun, cerdas, kreatif, inovatif, serta mampu berkolaborasi mendukung pembangunan keluarga dan kependudukan.
Sementara bagi finalis yang belum berhasil meraih gelar juara, Rinda meminta agar tidak berkecil hati. Menurutnya, kesempatan untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat tetap terbuka luas melalui gerakan GenRe.
Di akhir sambutannya, Rinda mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi emas Indonesia.
"Keberhasilan membangun generasi emas tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi keluarga, sekolah, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat agar lahir generasi muda Samarinda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," tegasnya.
Sementara itu, Wawali Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Forum GenRe Samarinda, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan ADUGEN 2026. Ia juga mengaku bangga terhadap semangat, komitmen, dan dedikasi para peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga Grand Final.
"Kalian telah menunjukkan bahwa remaja Samarinda adalah generasi yang produktif dan berdaya saing. Program GenRe bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wadah strategis untuk membentuk karakter remaja yang sehat, cerdas, berintegritas, dan memiliki perencanaan masa depan yang matang," katanya.
Saefuddin menegaskan, generasi muda merupakan aset utama sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas pemuda melalui berbagai program pendidikan, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam arahannya, ia mengajak para finalis meneladani Ikan Pesut Mahakam sebagai ikon Kota Samarinda.
"Jadilah seperti Ikan Pesut Mahakam yang cerdas, ramah, dan selalu muncul ke permukaan secara bersama-sama. Menjadi Duta GenRe bukan tentang bersinar sendiri, tetapi mengajak teman-teman sebaya keluar dari berbagai pengaruh negatif menuju perubahan yang lebih baik," ujarnya.
Menurut dia, remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi digital, penyalahgunaan narkoba, pergaulan berisiko, pernikahan usia anak, hingga persoalan kesehatan mental. Oleh sebab itu, penguatan karakter, peningkatan literasi digital, serta kemampuan menyaring informasi menjadi bekal utama bagi generasi muda.
Ia juga mengajak para remaja memanfaatkan teknologi sebagai sarana berinovasi dan berkarya, bukan sebaliknya menjadi korban dampak negatif perkembangan digital.
Menutup sambutannya, Saefuddin mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah tujuan akhir dari ajang ADUGEN. "Menang ataupun tidak, kalian semua adalah putra-putri terbaik Kota Samarinda. Jadikan ADUGEN sebagai awal pengabdian kepada masyarakat. Selempang Duta GenRe bukan sekadar simbol prestise, tetapi amanah untuk menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekitar," pesannya.
Ia pun menutup dengan sebuah pesan inspiratif bahwa generasi hebat tidak lahir karena kebetulan, melainkan dibentuk melalui perencanaan yang baik, karakter yang kuat, serta keberanian menjadi agen perubahan bagi masyarakat. (HER/KMF-SMR | FOTO: JIR/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit