SAMARINDA.KOMINFONEWS – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan GOR Segiri Samarinda, Minggu (30/8/2026) pagi, berlangsung berbeda. Tak hanya diisi aktivitas olahraga dan hiburan, kegiatan yang mengusung tema “Sehat Bersama, Integritas Selalu” tersebut juga menjadi ruang edukasi antikorupsi bagi generasi muda.
Sekitar 250 siswa-siswi SMP dari berbagai sekolah di Kota Samarinda hadir bersama guru pendamping dalam kegiatan CFD Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti turut hadir bersama Plt Inspektur Kota Samarinda Firdaus Akbar. Sementara dari KPK RI hadir lima orang tim sosialisasi dan kampanye dari Direktorat Sosialisasi dan Kampanye, di antaranya Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sekaligus Penyuluh Antikorupsi KPK RI, Anjar Ariendra.
Kegiatan diawali dengan senam Sahabat Pemberani yang diikuti para pelajar dan masyarakat. Setelah itu, suasana semakin interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar wawasan kebangsaan.
Tidak hanya menjawab pertanyaan, para peserta juga ditantang menyanyikan lagu-lagu nasional. Peserta yang mampu menjawab maupun menunjukkan kemampuan terbaik mendapatkan hadiah.
Sekda Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi rencana kerja Pemerintah Kota Samarinda dalam program pencegahan korupsi sejak dini.
Menurutnya, upaya membangun budaya antikorupsi tidak cukup dilakukan melalui penindakan, tetapi harus dimulai dengan membentuk karakter dan integritas generasi muda.
“Kegiatan hari ini merupakan implementasi rencana kerja Pemkot pada program pencegahan korupsi sejak dini,” ujar Neneng.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan Pemkot Samarinda dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, tidak hanya dari sisi kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan integritas.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, lanjutnya, menjadi kekuatan penting dalam menjalankan program-program pembangunan dan edukasi kepada masyarakat.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadikan usaha menjadi lebih ringan. Pola saling dukung dan saling berbagi membuat suasana harmonis,” kata Neneng yang sebelumnya pernah menjabat Inspektur Kota Samarinda.
Neneng juga menegaskan bahwa efisiensi dalam pelaksanaan program tidak berarti menghentikan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Menerapkan efisiensi bukan berarti program terhenti. Justru membuat semua menjadi berarti,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Neneng juga mengingatkan peran penting guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan integritas tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi lingkungan keluarga dan pergaulan sehari-hari.
Ia mengajak para guru dan orang tua untuk terus mendampingi serta memantau aktivitas anak, termasuk memberikan ruang bagi mereka untuk mengenal dan mendengarkan lagu-lagu nasional sebagai bagian dari menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa.
“Guru dan orang tua juga harus ikut memonitor anak-anak. Kita arahkan mereka kepada hal-hal positif, termasuk mengenal dan mendengarkan lagu-lagu nasional,” pesannya.
Selain kegiatan utama, masyarakat yang datang menikmati CFD juga dapat mengunjungi “Inspecorner”, sebuah stand edukasi yang disiapkan Inspektorat Kota Samarinda.
Inspecorner menjadi ruang kampanye antikorupsi dengan pendekatan yang lebih ringan dan dekat dengan masyarakat. Pengunjung diajak mengenal nilai-nilai integritas melalui berbagai permainan serta memanfaatkan pojok baca yang tersedia.
Tak hanya para pelajar yang menjadi sasaran. Sejumlah pengunjung CFD dari berbagai kalangan juga tampak ikut mencoba permainan dan aktivitas edukatif di stand tersebut.
Dari sisi KPK, pendekatan seperti ini dinilai penting agar pembicaraan mengenai korupsi tidak selalu disampaikan dalam suasana yang berat dan formal.
Melalui permainan, interaksi dan kegiatan yang menyenangkan, nilai-nilai integritas diharapkan lebih mudah diterima, terutama oleh anak-anak dan remaja.
Pesan yang dibangun sederhana: pemberantasan korupsi bukan hanya tentang menangkap orang yang melakukan korupsi. Pekerjaan yang jauh lebih panjang adalah membangun keberanian masyarakat untuk menjaga integritas sebelum penyimpangan terjadi.
Kegiatan CFD Bersama KPK tersebut pun menjadi momentum untuk mempertemukan gaya hidup sehat dengan budaya hidup berintegritas.
Melalui semangat “Sehat Bersama, Bersinergi untuk Negeri, Integritas Bangun Bangsa”, Pemkot Samarinda bersama KPK mengajak masyarakat menjadikan integritas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal-hal sederhana sejak usia sekolah.(DON/KMF-SMR || FOTO: CHAIDIR DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit