PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Berita

Resmikan KIA, Cath Lab dan Empat Puskesmas, Andi Harun Tekankan Mutu Pelayanan Kesehatan

Berita    20 jam yang lalu   
WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md    2 Kali

Sumber Foto: Diskominfo Kota Samarinda

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kesehatan melalui peresmian sejumlah fasilitas kesehatan yang dipusatkan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD I.A. Moeis, Senin (31/8/2026).
Dalam momentum tersebut, Wali Kota Samarinda Dr. Andi Harun tidak hanya meresmikan sejumlah fasilitas yang telah dibangun dan dituntaskan, tetapi juga menyampaikan pesan tegas bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik.
Fasilitas yang diresmikan meliputi Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD I.A. Moeis, Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cath Lab), Instalasi Gizi RSUD I.A. Moeis, Gedung Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, serta empat gedung Puskesmas, yakni Puskesmas Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir, Puskesmas Mangkupalas di Kecamatan Samarinda Seberang, Puskesmas Sungai Kapih di Kecamatan Sambutan, dan Puskesmas Bantuas di Kecamatan Palaran.
Andi Harun menyebut seluruh pembangunan fasilitas tersebut telah dituntaskan 100 persen secara fisik.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, para Asisten, unsur Forkopimda Kota Samarinda, Direktur RSUD I.A. Moeis dr Osa Rafshodia, para Kepala Perangkat Daerah, Anggota DPRD Kota Samarinda Komisi IV, Ketua dan anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Camat dan Lurah sesuai wilayah Puskesmas yang diresmikan, Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Samarinda, Kepala Labkesda Kota Samarinda, serta Kepala Instalasi Farmasi Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, Andi Harun mengawali dengan menekankan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan menggunakan anggaran daerah yang bersumber dari masyarakat. Karena itu, pembangunan gedung harus memiliki tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh jajaran pengelola fasilitas kesehatan agar tidak terjebak pada keberhasilan membangun gedung yang megah, sementara kualitas manajemen dan pelayanan di dalamnya tidak ikut berubah menjadi lebih baik.
“Kita itu memperbaiki gedung itu baru satu langkah yang selesai. Tapi kalau gedungnya bagus, pelayanannya tidak segera bagus, enggak ada gunanya kita bangun gedung,” tegas Andi Harun.
Menurutnya, apabila harus memilih antara gedung yang sederhana tetapi memiliki pelayanan baik dengan gedung yang bagus namun pelayanan masih lambat, maka kualitas pelayanan harus menjadi prioritas utama.
“Lebih baik gedungnya tua tapi pelayanannya oke,” ujarnya.
Andi Harun menegaskan, pembangunan fasilitas kesehatan yang dilakukan Pemkot Samarinda merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Ia mengingatkan bahwa setiap bagian dari pembangunan, mulai dari tanah, pasir hingga pondasi, berasal dari uang masyarakat melalui pajak dan retribusi.
“Oleh sebab itu jangan sekali-kali mengkhianati masyarakat. Sekaligus kita jadikan sebagai cara bersyukur kita dengan cara meningkatkan pelayanan, memperbaiki sistem penyelenggaraan bidang kesehatan di Puskesmas,” katanya.
Ia juga meminta seluruh Kepala Puskesmas melakukan evaluasi terhadap kekurangan masing-masing dan menyelesaikannya secara bertahap. Menurutnya, tidak semua persoalan harus diselesaikan sekaligus, tetapi harus memiliki target perbaikan yang jelas dari tahun ke tahun.
Andi Harun kemudian menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek teknis dan estetika dalam pengelolaan fasilitas kesehatan. Menurutnya, gedung yang dibangun dengan anggaran besar tidak cukup hanya memenuhi aspek fisik dan konstruksi, tetapi juga harus memiliki tata kelola, kebersihan, kenyamanan serta penampilan yang mencerminkan kualitas pelayanan.
“Jadi tidak cukup hanya dengan unsur sipilnya, tidak cukup dengan unsur bangunannya yang bagus, tapi unsur dalamnya juga harus bagus,” jelasnya.
Lebih jauh, Andi Harun menyebut pembangunan fasilitas kesehatan tersebut sebagai bagian dari upaya Pemkot Samarinda memenuhi perhatian pemerintah pusat terhadap sektor kesehatan, termasuk di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Ia menegaskan sektor kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan anggaran daerah karena merupakan bagian dari pelayanan dasar yang harus dipastikan keberlangsungannya.
Dalam peresmian tersebut, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian utama adalah Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSUD I.A. Moeis. Andi Harun menyebut fasilitas tersebut dihadirkan untuk memberikan pelayanan medis terbaik sejak awal kehidupan, khususnya bagi ibu dan anak.
Selain Gedung KIA, RSUD I.A. Moeis juga kini memiliki Laboratorium Kateterisasi Jantung atau Cath Lab. Menurut Andi Harun, kehadiran fasilitas tersebut menjadi lompatan penting bagi rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Kota Samarinda karena memungkinkan dilakukannya tindakan intervensi medis di bidang kateterisasi jantung secara lebih presisi.
Ia juga menyampaikan bahwa dengan tersedianya Cath Lab, masyarakat Samarinda kini memiliki fasilitas untuk mendapatkan tindakan medis terkait jantung, termasuk pemasangan ring, di RSUD I.A. Moeis.
Fasilitas lainnya yang diresmikan adalah Instalasi Gizi RSUD I.A. Moeis. Andi Harun menjelaskan, keberadaan instalasi tersebut penting karena proses kesembuhan pasien tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga pada asupan nutrisi yang terukur dan higienis.
“Kesembuhan pasien tidak hanya bergantung pada obat tapi juga bergantung pada asupan nutrisi yang terukur dan higienis,” katanya.
Sementara pada tingkat pelayanan kesehatan dasar, Pemkot Samarinda menuntaskan transformasi empat Puskesmas, yakni Puskesmas Harapan Baru, Puskesmas Mangkupalas, Puskesmas Sungai Kapih dan Puskesmas Bantuas.
Puskesmas Harapan Baru menjadi salah satu capaian yang disoroti Andi Harun. Ia menyebut fasilitas yang sebelumnya dinilai kurang layak tersebut kini telah bertransformasi dan bahkan berhasil meraih predikat akreditasi paripurna, tingkat kelulusan tertinggi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Coba bayangkan kalau kita fokus, dari yang tadinya tidak dilirik, tidak memiliki status apa-apa, kurang layak, sekarang dengan itu langsung melompat ke level yang sangat tinggi yakni predikat akreditasi paripurna,” ujarnya.
Selanjutnya, Puskesmas Mangkupalas ditransformasi menjadi Puskesmas modern dengan standar tinggi yang juga mengedepankan estetika kebanggaan lokal melalui ornamen gelombang khas Mahakam. Andi Harun menyebut sebagian besar bagian dalam bangunan telah relatif selesai, sementara penataan halaman depan dan area parkir masih menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Puskesmas Sungai Kapih di Kecamatan Sambutan juga menjadi bagian dari fasilitas yang dituntaskan. Puskesmas tersebut berada di kawasan Perumahan Pondok Karya Lestari dan sekitarnya, sehingga kualitas pelayanan yang diberikan diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Sementara untuk Puskesmas Bantuas, Andi Harun memberikan perhatian khusus terhadap kelengkapan dan kualitas fasilitas pendukung. Ia meminta agar kekurangan yang masih terlihat segera diperbaiki dan tidak dibiarkan, meskipun terlihat sebagai persoalan kecil.
Menurutnya, kebiasaan membiarkan hal-hal kecil dapat menjadi awal munculnya persoalan yang lebih besar. Karena itu, ia meminta seluruh pengelola fasilitas kesehatan membangun standar pemeliharaan secara konsisten, termasuk dalam hal kebersihan toilet, pelayanan kebersihan, keamanan dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Di samping pembangunan fisik, Andi Harun juga memberikan perhatian terhadap transformasi layanan kesehatan berbasis digital. Ia mendorong agar Kota Samarinda memiliki sistem layanan medis yang terintegrasi sehingga riwayat pemeriksaan pasien dapat diakses ketika pasien berpindah dari satu Puskesmas ke Puskesmas lainnya.
Ia memberikan gambaran, ketika seseorang sebelumnya berobat di Puskesmas Sungai Kapih kemudian kembali berobat di Puskesmas Bantuas dengan keluhan yang sama, dokter di Puskesmas Bantuas dapat langsung mengetahui riwayat pemeriksaan, dokter yang menangani hingga obat yang sebelumnya diberikan.
Menurutnya, sistem tersebut akan membantu dokter mengambil keputusan medis secara lebih tepat sekaligus mencegah terjadinya pengobatan yang tidak terintegrasi ketika pasien berpindah fasilitas kesehatan.
“Dan itu tidak mahal membangun itu. Kominfo kita itu bisa, yang penting dikasih panduan,” ujarnya.
Andi Harun bahkan meminta agar pembangunan sistem digital tersebut diupayakan melalui kemampuan internal Pemkot Samarinda apabila memang dapat dikerjakan sendiri, tanpa selalu bergantung kepada vendor. Ia menilai sumber daya manusia di lingkungan Pemkot Samarinda, khususnya di bidang aplikasi dan teknologi informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, memiliki kemampuan untuk mengembangkan sistem yang dibutuhkan.
Ia juga mengingatkan jajaran pemerintah agar setiap inovasi yang dibuat benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek untuk memenuhi persyaratan tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan konstruksi hingga masa pemeliharaan. Ia meminta pejabat pembuat komitmen (PPK), dinas teknis dan konsultan pengawas tidak mudah mentoleransi kekurangan pekerjaan meskipun terlihat kecil.
Menurutnya, membiasakan diri mentoleransi kesalahan kecil dapat membuka ruang bagi munculnya persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
“Kalau kita terbiasa mentoleransi hal-hal yang kecil, suatu hari kita bisa mentoleransi hal-hal yang besar,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Andi Harun secara resmi menyatakan seluruh fasilitas yang menjadi bagian dari agenda peresmian telah diresmikan. Ia berharap Gedung KIA, Cath Lab, Instalasi Gizi, Gedung Promosi Kesehatan serta empat Puskesmas yang telah ditransformasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kota Samarinda.
“Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberi kekuatan dan menunjukkan kemudahan-kemudahan jalan termasuk bimbingan dan perlindungan kepada kita semua di dalam membangun Kota Samarinda sukses berkelanjutan,” pungkasnya.
Peresmian ditutup dengan pemotongan pita di depan pintu masuk utama Gedung KIA RSUD I.A. Moeis. (MAF/DON/KMF-SMR | FOTO: CRIS/DOKPIM)
Tampilkan lebih sedikit

TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda

Sekretariat Daerah

Gedung Balaikota Jl. Kesuma Bangsa, No. 82 Samarinda

Telp: 0541-731489   Email: setda@samarindakota.go.id   Website: https://setda.samarindakota.go.id


2026