Target Zero Waste, Sampah Warga Samarinda Dilirik PT Reciki Solusi Indonesia
Sekretariat Daerah.

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyambut baik tawaran kerjasama dari PT Reciki Solusi Indonesia dalam menangani persoalan sampah di kota tepian. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan sampah dalam skala besar ini berencana menjadikan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di Samarinda menjadi TPA modern dalam pengelolaan sampah.
Pertemuan sendiri berlangsung Senin (25/9/2023) sore di gedung Balai Kota dan dipimpin langsung Wali Kota Samarinda DR H Andi Harun. Adapun tawaran kerjasama yang diajukan oleh PT Reciki ini dalam upaya pengolahan sampah menjadi zero waste di kota tepian.
Wali Kota Andi Harun mengatakan kalau PT Reciki menawarkan sistem pengelolaan yang berbasis pengurangan sampah
pada TPA. Sehingga dengan sistem tersebut tidak lagi terjadi tumpukan sampah sehingga umur TPA bisa semakin panjang.
“Contoh seperti tumpukan sampah di TPA Bukit Pinang yang mengandung gas metana yang sangat tinggi sehingga memicu kebakaran sampah yang beberapa hari ini terjadi. Oleh itu pentingnya untuk dilakukan sistem pengurangan tumpukan sampah pada TPA,”kata Andi Harun.
Sebenarnya sambung dia, gas metana yang berbahaya tadi bisa dikelola menjadi bahan berguna. Salah satunya dengan memanfaatkan menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan melalui tahapan pengumpulan gas dan penyaluran gas ke pemukiman warga sekitar TPA sebagai pengganti gas elpiji.
Seperti halnya yang ditawarkan oleh PT Reciki, nantinya sampah yang ada di TPA akan dikelola menjadi bahan baku alternatif pembuatan semen.
“Intinya pengolahan sampah yang dikeringkan atau disebut Refuse Derived Fuel (RDF)
hasil produknya bisa menjadi berbagai hal, mulai bahan baku semen, bisa menggantikan produk batubara. Sampah plastiknya bisa diubah jadi biodiesel setara dexlite, sampah makanan bisa jadi kompos dan
bahan sampah lainnya bisa menjadi produk batako atau paving blok,”ungkapnya.
PT Reciki sendiri menurut Andi Harun sudah melihat potensi penjualan dari pengelolan sampah di TPA Samarinda sebanyak 600 ton perhari menjadi RDF atau bahan bakar alternatif kepada industri semen yang berada di sekitar Kalimantan. Diantaranya pabrik semen yang berada di Kalimantan Selatan yakni PT Conch dan di Kabupaten Kutai Timur.
“Saat ini kita masih mempelajari opsi kerjasama yang ditawarkan. Intinya opsi ini harus bisa memberikan dampak positif bagi kota Samarinda selain pengurangan pada tumpukan sampah di TPA juga bisa menyerap tenaga kerja lokal,”harap Andi Harun. (CHA/KMF-SMR)
Baca Juga

Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Wali Kota Minta Percepat Revisi Perda Tentang Minuman Beralkohol

Lepas Jenazah Dadang Airlangga, Wawali Rusmadi : Almarhum Sosok Dispilin dan Bertanggung Jawab

Forum Koordinasi dan Konsultasi Kemenkopolhukam: Peran Media Massa dalam Mendukung Pilkada Serentak 2024

Pimpin Rapat Inflasi, Sekjen Kemendagri Titip Pesan ke Pemda Agar Optimalisasi Realisasi Belanja Daerah
